Pencemaran Udara

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Sumber daya alam di Indonesia adalah segala potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Sumber daya alam ialah semua kekayaan alam baik berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam (SDA) adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup. Ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebuuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup.

Adapun ketahanan dan keberlanjutan ekologi mengacu kepada ketersediaan daya dukung tanah, air, udara, dan keanekaragaman kehidupan dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, ketahanan sosial mengacu kepada daya dukung kelembagaan sosial, baik pada aspek politik, ekonomi, dan budaya, sehingga reformasi pengelolaan lingkungan hidup harus mengacu kepada upaya penguatan ketahanan dan keberlanjutan ekologi dan sosial ini.

Permasalahan sumber daya alam umumnya terjadi akibat adanya eksploitasi yang berlebihan. Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya membawa efek positif secara ekonomi tetapi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan kehidupan umat manusia.
Kesalahan dalam pengelolaan dapat berpotensi mempercepat terjadinya kerusakan sumber daya alam, termasuk kerusakan hutan lindung, pencemaran udara, hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan konservasi alam, dan sebagainya. Seperti pencemaran udara dapat terjadi sebagai hasil limbah industri, limbah pertambangan, asap rokok, asap kendaraan bermotor karena mengeluarkan karbon monoksida, karbon dioksida, belerang dioksida yang menyebabkan udara tercemar. Untuk itu perlu diketahui cara penanggulangan pencemaran, dalam makalah ini adalah pencemaran udara.

II. TUJUAN

  1. Mengetahui pencemaran udara dan sumbernya.
  2. Mengetahui efek dari pencemaran udara.
  3. Mengetahui cara-cara penanggulangan pencemaran udara.

BAB II

ISI

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Komponen yang konsentrasinya paling bervariasi adalah air dalam bentuk uap H2O dan karbondioksida (CO2). Jumlah uap air yang terdapat di udara bervariasi tergantung dari cuaca dan suhu.

Udara di alam tidak pernah dijumpai dalam keadaan bersih tanpa polutan sama sekali. Beberapa gas seperti sulfur dioksida (SO2), hidrogen sulfida (H2S), dan karbonmonoksida (CO) selalu dibebaskan ke udara sebagai produk sampingan dari prose salami seperti aktivitas vulkanik, pembusukan sampah tanaman, kebakaran hutan dan sebagainya. Selain itu partikel-partikel padat atau cair brukuran kecil dapat tersebar di udara oleh angin, letusan vulkanik atau gangguan alam lainnya. Selain disebabkan oleh polutan alami tersebut, pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh aktivitas manusia.

A. Pencemaran Udara

Menurut Henry C. Perkins, 1974, dalam bukunya Air Polution, pencemaran udara dinyartakan sebagai berikut: Pencemaran udara berarti hadirnya satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir di luar, seperti antara lain:debu, busa, gas, kabut, bau-bauan, asap atau uap dalam kuantitas yang banyak, dengan berbagai sifat maupun lama berlangsungnya di udara tersebut, hingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan terhadap kehidupan manusia, tumbuhan atau hewan maupun benda, atau alsa jelas sudah dapat mempengaruhi kelestarian kehidupan organisme maupun benda.

Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1988, yang dimaksud dengan pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy dan/atau komponen lain ke dalam udara dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Jenis-jenis  pencemaran udara, yaitu menurut bentuk (gas, partikel ) dan menurut tempat (ruangan /indoor dan  udara bebas /outdoor) . Gangguan kesehatan : Iritansia, asfiksia, anetesia, toksis .  Menurut asal : primer, sekunder.

Bahan atau Zat pencemaran udara dapat berbentuk gas dan partikel:

Pencemaran udara berbentuk gas dapat dibedakan menjadi :

  • Golongan belerang terdiri dari sulfur dioksida  (SO2), hidrogen sulfida (H2S) dan sulfat aerosol.
  • Golongan nitrogen terdiri dari nitrogen oksida (N2O), nitrogen monoksida (NO), amoniak (NH3) dan nitrogen dioksida (NO2).
  • Golongan karbon terdiri dari karbon dioksida  (CO2), karbon monoksida (CO), hidrokarbon .
  • Golongan gas yang berbahaya terdiri dari benzen, vinyl klorida, air raksa, uap.

Penyebab Pencemaran Udara

Sumber pencemaran udara berdasarkan pergerakannya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (Krisnayya dan Bedi, 1986 dan Sutamihardja, 1985 dan KLH 1987 ):

  1. Sumber pencemaran yang tidak bergerak (industri,  pemukiman, dan pembangkit tenaga listrik) yang menghasilkan unsur-unsur polutan ke tmosfir sebagai berikut :  kabut asam, oksida nitrogen, CO, partikel-partikel padat, hidrogen sulfida (H2S), metil merkatan (CH3SH), NH3, gas klorin, H2S, flour, timah hitam, gas-gas asam, seng, air raksa, kadmium, arsen, antimon, radio nuklida, dan asap.
  2. bergerak (kendaraan bermotor atau transportasi) yang  menghasilkan CO, SO2, oksida nitrogen, hidrokarbon, dan partikel-partikel padat.

Menurut Andrews (1972), penyebab pencemaran udara terbagi tiga kelompok, yaitu

  1. Gesekan permukaan, seperti menggergaji, menggali, gesekan (gosokan) dari beberapa bahan (aspal, tanah, besi, dan kayu) yang membuang partikel padat ke udara dengan berbagai ukuran.
  2. Penguapan yang berasal dari cairan yang mudah menguap, seperti bensin, minyak cat, dan uap yang dihasilkan oleh industri logam, kimia dan lainnya.
  3. Pembakaran, seperti pembakaran bahan bakar fosil (minyak, solar, bensin, batubara, pembakaran hutan, dsb.).  Pembakaran tsb. merupakan proses oksidasi sehingga menghasilkan gas-gas CO2, CO, SOx, NOx, atau senyawa hidrokarbon yang tidak terbakar dengan sempurna.

B. Dampak/Efek Dari Pencemaran Udara

Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan

berakibat pada berbagai gangguan kesehatan, seperti bronchitis, emphysema, dan kanker paru-paru. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antarindividu. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. Menurut penelitian di Amerika Serikat, kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar jika  dibandingkan dengan orang dewasa. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak, sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar.

Dampak Pencemaran Udara berupa Gas

No. Bahan Pencemar Sumber Dampak/akibat pada

individu/masyarakat

1. Sulfur Dioksida

(SO2)

Batu bara atau bahan bakar minyak yang  mengandung Sulfur.

Pembakaran limbah

pertanah.

Proses dalam industri.

Menimbulkan efek iritasi pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak nafas.
2. Hidrogen Sulfat

(H2S)

Dari kawah gunung

yang masih aktif.

Menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indera penciuman (nervus olfactory)
3. Nitrogen Oksida

(N2O)

Nitrogen

Monoksida (NO)

Nitrogen

Dioksida (NO2)

Berbagai jenis

pembakaran.

Gas buang kendaran

bermotor.

Peledak, pabrik pupuk.

Menggangu sistem pernapasan.

Melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran nafas sehingga paru mudah terserang infeksi.

4. Amoniak (NH3) Proses Industri Menimbulkan bau yang tidak

sedap/menyengat.

Menyebabkan sistem pernapasan,

Bronchitis, merusak indera penciuman

5. Karbon Dioksida

(CO2)Karbon

Monoksida

(CO)Hidrokarbon

Semua hasil

pembakaran.Proses

Industri

Menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan

hemoglobin yang amat vital bagi oksigena jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian.

Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.

Dampak Pencemaran Udara Berbentuk Partikel

No. Bahan Pencemar Sumber Dampak/akibat pada individu/masyarakat
1. Debu –

partikel

Debu domestik

maupun dari

industri

Gas buang

kendaraan

bermotor

Peleburan timah

hitamPabrik

battere

Menimbulkan iritasi mukosa, Bronchitis, menimbulkan fibrosis paru.

Dampak yang di timbulkan amat membahayakan,

karena dapat meracuni sistem pembentukan darah merah .

Menimbulkan gangguan pembentukan sel darah merah

Pada anak kecil menimbulkan penurunan kemampuan otak

Pada orang dewasa menimbulkan

anemia dan gangguan tekanan darah tinggi.

2. Benzen Kendaraan bermotor. Daerah

industri.

Menimbulkan gangguan syaraf pusat.
3. Partikel

Polutan ersifat

biologis

berupa :

Bakteri,

jamur, virus,

telur cacing

Daerah yang

kurang bersih lingkungannya

Pada pencemaran udara ruangan yang ber AC dijumpai beberapa jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit pernapasan

Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan secara tidak langsung. Pencemaran udara selain berdampak langsung bagi kesehatan manusia/individu, juga berdampak tidak langsung bagi kesehatan. Efek SO2 terhadap vegetasi dapat menimbulkan pemucatan pada bagian antara tulang atau tepi daun.  Emisi  oleh fluor  (F),  sulfur dioksida  (SO2) dan  ozon  (O3) mengakibatkan gangguan proses asimilasi pada tumbuhan. Pada tanaman sayuran yang terkena/mengandung pencemar Pb mempunyai potensi bahaya terhadap kesehatan masyarakat apabila tanaman sayuran tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 3 jenis :

Irintasia. Biasanya  polutan  ini bersifat korosif, merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga tenggorokkan. Misalnya  sulfur dioksida, sulfur trioksida, amoniak, dan debu. Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai paru-paru itu sendiri.

Asfiksia. Hal ini terjadi karena berkurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Keracunan gas  karbon monoksida mengakibatkan CO akan mengikat hemoglobin,  sehingga kemampuan  hemoglobin  mengikat O2  berkurang dan  terjadilah  asfiksia. Penyebabnya adalah gas nitrogen, oksida, metan, gas hidrogen dan helium.

Anestesia. Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter, aetilene, propan,e dan alkohol alifatis.

Toksis. Titik tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu : menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah, misalnya  benzene, fenol, toluen  dan xylene. Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya  karbon disulfid, metil alkohol.

C. Penanggulangan Pencemaran Udara

Kastiyowati menyatakan bahwa penanggulangan  pencemaran udara dapat dilakukan dengan cara mengurangi polutan dengan alat-alat, mengubah polutan, melarutkan polutan dan mendispersikan  polutan.

Penanggulangan pencemaran udara berbentuk gas

No. Bahan Pencemar Penanggulangan Keterangan
1. Sulfur Dioksida

(SO2)

Hidrogen Suldfida

(H2S)

Nitrogen Oksida

(N2O)

Nitrogen Monoksida

NO)

Nitrogen Dioksida

(NO2)

Amoniak (NH3)

Karbondioksidak

(CO2)Karbon

Monoksida

(CO) Hidrokarbon

Absorbsi Dalam proses adsorbsi dipergunakan bahan padat yang dapat menyerap polutan. Berbagai tipe adsorben yang dipergunakan antara lain karbon aktif dan silikat. Adsorben mempunyai daya kejenuhan sehingga selalu diperlukan pergantian, bersifat disposal (sekali pakai buang) atau dibersihkan kemudian dipakai kembali.
Pembakaran Mempergunakan proses oksidasi panas untuk menghancurkan gas hidrokarbon yang terdapat didalam polutan. Hasil pembakaran berupa (CO2) dan (H2O). Alat pembakarannya adalah Burner dengan berbagai tipe dan temperaturnya adalah 1200o-1400oF
Reaksi Kimia Banyak dipergunakan pada emisi

golongan Nitrogen dan golongan Belerang. Biasanya cara kerja ini merupakan kombinasi dengan cara – cara lain, hanya dalam pembersihan polutan udara dengan reaksi kimia yang dominan. Membersihkan gas golongan nitrogen , caranya dengan diinjeksikan Amoniak (NH3) yang akan bereaksi kimia dengan Nox dan membentuk bahan padat yang mengendap. Untuk menjernihkan golongan belerang dipergunakan Copper

Oksid atau kapur dicampur arang

Penanggulangan Pencemaran Udara Berbentuk Partikel

Bahan Pencemar Penanggulangan Keterangan
Debu  partikel

Timah hitam

(Pb)

Benzen

Partikel polutan

bersifat biologis

berupa :Bakteri,

jamur, virus,

telur cacing.

Membersihkan (Scrubbing)

Menggunakan filter

Mempergunakan Kolektor

Mekanis Program langit biru

Menggalakkan penanaman Tumbuhan

Mempergunakan cairan untuk memisahkan polutan, dalam keadaan alamiah (turun hujan) maka polutan partikel dapat turut dibawa bersama air hujan. Alat scrubbing ada berbagai jenis, yaitu berbentuk plat, masif, fibrous dan spray.

Dengan filtrasi dimaksudkan menangkap polutan partikel pada permukaan flter. Filter yang digunakan berukuran sekecil mungkin.

Dengan menggunakan tenaga gravitasi dan tenaga kinetis atau kombinasi untuk mengendapkan polutan partikel. Sebagai kolektor dipergunakan gaya sentripetal yang memakai silikon.

Semakin besar partikel secepat mungkin proses pembersihan

Program langit biru yang dikumandangkan oleh pemerintah Indonesia adalah mengurangi pencemaran udara, khususnya dari akibat

transportasi. Ada 3 tindakan yang dilakukan terhadap pencemaran udara akibat transportasi yaitu mengganti bahan bakar, mengubah mesin

kendaraan, memasang alat-alat pembersih polutan pada kendaraan. Mempertahankan “paru-paru” kota dengan memperluas pertamanan dan penanaman berbagai jenis tumbuh-tumbuhan sebagai penangkal pencemaran udara.

Penanggulangan Polusi udara dari ruangan

Sumber dari  pencemaran udara ruangan berasal dari asap rokok, pembakaran asap dapur, bahan baku ruangan, kendaraan bermotor dan lain-lain yang dibatasi oleh ruangan. Pencegahan pencemaran  udara yang berasal dari ruangan bisa dipergunakan :

Ventilasi  yang sesuai, yaitu usahakan  polutan  yang masuk ruangan seminimum mungkin. Tempatkan alat pengeluaran  udara dekat dengan sumber pencemaran. Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang masuk keruangan sesuai dengan kebutuhan.

Filtrasi,  dengan cara  memasang filter yang dipergunakan dalam ruangan untuk menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan.

Pembersihan udara secara elektronik. Udara yang mengandung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga  udara dalam ruangan sudah berkurang polutannya atau disebut bebas polutan.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

  1. Pencemaran udara berarti hadirnya satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir di luar, seperti antara lain:debu, busa, gas, kabut, bau-bauan, asap atau uap dalam kuantitas yang banyak, dengan berbagai sifat maupun lama berlangsungnya di udara tersebut, hingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan terhadap kehidupan manusia, tumbuhan atau hewan maupun benda, atau alsa jelas sudah dapat mempengaruhi kelestarian kehidupan organisme maupun benda. Sumber pencemaran udara berdasarkan pergerakannya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sumber pencemaran bergerak dan tidak bergerak.
  2. Dampak (efek) terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan, seperti bronchitis, emphysema, dan kanker paru-paru. Dampak dari pencemaran udara dibagi menjadi dua, dampak pencemaran udara berupa gas dan partikel.
  3. Penanggulangan pencemaran udara dibedakan menjadi penanggulangan pencemaran udara berupa gas dan berupa partikel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: